Keberhasilan dan kesuksesan seseorang tidak pernah terlepas dari bagaimana orang tersebut menjalani segala proses sehingga apa yang diharapkan akan dapat diraih. Kesemuanya itu tidak terlepas dari ilmu ikhlas dan ikhtiar yang sungguh-sungguh. Dalam tulisan ini penulis akan mencoba menuangkan beberapa motifasi sehingga menjadi penyemangat dalam menjalani segala aspek kehidupan.Apakah kepemimpinan itu bakat yang dibawa sejak lahir atau diciptakan melalui proses pembelajaran? Perdebatan tersebut sebenarnya sudah berakhir dengan kesimpulan yang sudah sangat jelas bahwa seorang pemimpin harus diciptakan melalui proses pembelajaran, pelatihan, atau pendidikan. Dalam kehidupan, yang paling hampir bisa dipastikan, kita akan menjadi pemimpin keluarga.Setiap orang ditakdirkan menjadi pemimpin meskipun pada saat yang sama setiap orang membutuhkan pemimpin ketika ia harus berhadapan untuk menciptakan solusi hidup di mana kemampuan, keahlian, dan kekuatannya dibatasi oleh sekat yang ia ciptakan sendiri dalam posisinya sebagai bagian dari komunitas. Tidak saja negara yang diwarnai demontrasi brutal, tetapi institusi keluarga pun jika kepemimpinan tidak ditemukan, maka kesanggupannya hanya melahirkan bayi-bayi biologis tanpa warisan nilai.Menyangkut masalah persiapan maka pilihan sepenuhnya berada di bawah kontrol; apakah mempersiapkan diri sebagai pemimpin atau sama sekali tidak mempersiapkannya. Moment tersebut akan menjemput siapapun dan konsekuensinya tergantung dari pilihan yang anda ciptakan. Karena kepemimpinan hidup berupa achievement, bukan gift, maka yang perlu dipersiapkan adalah melakukan perbaikan kepemimpinan dari dalam diri. Tentang bagaimana proses alamiah yang harus dijalani, ikutilah beberapa langkah berikut:
1.Belajar Siap Dipimpin
Dalam hal kepemimpinan, dunia ini hanya memberikan dua pilihan antara dipimpin atau memimpin sesuai dengan kapabilitas, kualitas, dan kekuatan. Kekacauan akan segera terjadi ketika dipimpin tetapi melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan pemimpin atau sebaliknya.Untuk menjadi pemimpin, maka harus mengawalinya dengan kesiapan untuk mau dipimpin. Dalam organisasi, bawahan yang tidak siap dipimpin akan kehilangan kesempatan emas untuk mempelajari bagaimana kelak ia akan menjadi seorang pemimpin. Seluruh waktu dan energinya dihabiskan hanya untuk menciptakan reaksi-reaksi sesaat yang sia-sia. Di bidang politik seringkali terjadi kepemimpinan yang diraih dengan cara yang melupakan proses kesiapan dipimpin akan berakhir dengan cara yang sama dengan ketika ia mendapatkannya.
Sebelum memimpin orang lain, maka wujud dari kesiapan untuk dipimpin adalah begaimana memimpin diri (Personal Mastery). Wilayah yang harus dikuasai adalah self understanding (pemahaman diri) dan self management (pengelolaan diri) yang meliputi perangkat nilai hidup, tujuan hidup, misi hidup . Kedua kemampuan tersebut akan mengantarkan menuju pola kehidupan beradab dan efektif. Dengan kata lain, self understanding dan self management pada saat dipimpin akan menciptakan tradisi hidup sehat di mana fokus adalah tujuan akhir, bukan lagi egoisme posisi jangka pendek tetapi realisasi misi. Jika tujuan akhir anda adalah kemajuan dan kebahagian, maka tinggalkan tradisi “Ngerumpi” tentang begitu jelasnya kesalahan hidup yang dilakukan oleh pemimpin anda sehingga akan menjadikan anda kabur melihat sesuatu yang perlu anda lengkapi untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin.
2. Belajar Mampu Memimpin
Ketika seseorang sudah menyadari kodrat diri, maka itu merupakan cerminan dari orang-orang yang mengetahui tugas dan fungsi sebagai mahluk tuhan yang sudah ditkdirkan posisi kesuksesannya masing-masing.Pemimpin adalah orang yang isi pikirannya berupa solusi bukan masalah yang ia rasakan. Maka syarat mutlak yang bersifat fundamental adalah memiliki paket keahlian dan paket kekuatan. Paket keahlian merujuk pada kualitas personal yang sifatnya internal mulai dari skill (keahlian), knowledge sedangkan paket kekuatan merujuk pada power yang bisa berbentuk kekayaan, networking, atau mungkin kekuatan fisik. Keahlian berguna untuk memimpin kelompok ahli sementara kekuatan berguna untuk memimpin khalayak umum. Kedua paket tersebut yang menjadikan pemimpin sebagai pemilik suatu urusan bukan lagi menjadi bagiannya, mulai dari urusan pribadi, khalayak, system, atau kiblat hidup orang banyak. Karena sebagai pemilik urusan, maka harga seorang pemimpin senilai dengan harga jumlah orang - orang
yang dipimpinnya. Satu Mahatma Gandhi atau satu Soekarno nilainya sama dengan jutaan manusia yang mengkuasakan urusan kehidupan kepadanya.satu hal yang sangat perlu diketahui di dunia ini tidak ditemukan calon pemimpin yang siap pakai. Tetapi bisa diselesaikan dengan cara belajar mengembangkan diri. Pemimpin yang berhenti mengembangkan keahlian dan kekuatannya maka akan muncul fenomena di mana tantangan kepemimpinan lebih besar dari kapasitasnya
sehingga akan cepat sampai pada titik di mana ia harus di-disqualified-kan untuk segera diganti. Mengapa? Karena semua keputusan yang dihasilkan dari kepemimpinannya ibarat bumbu ayam goreng yang hanya dipoleskan pada permukaan sehingga rasanya tidak menyeluruh atau meresap hingga ke dalam daging ayam tersebut. .
3. Materi Kepemimpinan
sebelum memimpin tentunya kita harus mempunyai landasan kokoh agar apa yang hendak kita lakukan nantinya bias menjadi sesuatu yang berharga baik itu bagi diri sendiri ataupun orang lain. Apbila kesiapan materi dalam kepemimpinan sudah selayaknya disalurkan karena sudah barang tentu materi yang didapat ataupun disamoaikan harus sesuai dengan kondisi yang ada.Institusi atau organisasi apapun yang dipimpin, termasuk kehidupan kita, membutuhkan materi yang bisa dipelajari untuk kemudian diajarkan kepada pihak yang kita pimpin. Karena semua orang sudah ditakdirkan menjadi pemimpin, maka secara pasti kita memiliki materi kepemimpinan hidup yang bisa diajarkan.
Bagi orang tua, materi yang diajarkan kepada putra-putrinya itu punya daya akses langsung ke karakter melalui alam bawah sadar. Inilah sebenarnya makna yang harus dipahami ketika kita setuju bahwa keluarga punya peranan penting membentuk karakter anak. Oleh karena itu siapkan diri anda dengan materi dan file yang baik sehingga akan menghasilkan buah yang baik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar