Senin, 31 Desember 2012

MEMANTAPKAN JIWA

            Menelusuri kehidupan nan indah tentu membutuhkan mental yang kuat. Keindahan ini tentu dapat diartikan oleh orang tertentu yang memahami arti keindahan. Keindahan itu adalah "bersyukur. Menikmati keindahan hanya dapat dilakukan dengan jiwa yang tenang. Terbebas dari tekanan, merdeka dalam berfikir, serta sejahtera dalam berbuat. Maka keindahan akan mudah dimaknakan. 
         Meraih semua itu cukup dengan memantapkan jiwa. Memantapkan jiwapun sangat mudah sebenarnya.                           Namun ini hanya berlaku bagi orang yang memahami jiwa itu apa. Ketenangan jiwa itu sangan penting, pengarunya sangat besar, jika semua itu telah mapu diraih, maka yang lainpun akan menjadi mantap dan lebih mudah. meraih cita-cita misalnya, tanpa jiwa yang mantap sangat tidak mungkin semuanya dapat di raih, sebagai kata kuncinya adalah bersyukur, yakin dan tetap hadirkan sabar dalam setiap tindakan. tetap istiqomah jalani hidup, karena liku-liku hidup bagaikan teka-teki yang harus kita tebak setiap waktunya dan itu harus benar dan tepat.. 
by Sukiman Jayanto

Minggu, 05 Februari 2012

“QOU VADIS MAHASISWA UNDOVA”


Adalah perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat yang bernaung di bawah yayasan wakaf Pondok Pesantren Al-Ikhlas yang bernama Universitas Cordova. Sejak didirikannya, pada tahun 2004, UNDOVA telah menampung ± 1500 - san mahasiswa yang sebagiannya sudah diwisudakan atas kerjasama dengan perguruan tinggi di luar KSB. Ijin operasional dan pendirian Universitas Cordova  resmi dikeluarkan oleh kementerian pendidikan pada tahun 2009 yang artinya Universitas ini juga masih sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Sumbawa barat yang legal.
            Bahwasanya awal tahun 2012 ini, Universitas Cordova sedang di uji konsistensinya dalam mencetak generasi bangsa yang sudah tertuang di dalam visi UNDOVA. Kondisinya adalah Universitas Cordova telah diambil alih oleh yayasan dalam rangka penyelamatan lembaga dengan merujuk pada kondisi Universitas Cordova yang sedang tidak kondusif untuk dilakukan proses perkuliahan segingga pihak yayasan berkesimpulan untuk menon-aktifkan sementara perkuliahan di Universitas Cordova yang berawal dari pemberlakuan Surat Keputusan Pimpin Yayasan tentang struktur pimpinan UNDOVA.
sehingga dengan diberlakukannya surat keputusan pimpinan yayasan pondok pesantren Al Ikhlas No 40 tentang struktur Pengurus Universitas Cordova periode 2012-2015 telah memicu gelombang gerakan / aksi demontrasi yang dilakukan oleh beberapa kalangan mahasiswa yang menilai SK tersebut tidak melalui mekanisme/ aturan yang belaku di Universitas Cordova ataupun statuta UNDOVA.
Inti dan  pemicu pertama gerakan mahasiswa saat itu adalah pergantian pembantu rektor I (PR) dari DR. Ir. H. amri Rahman M. Si oleh Ust. Amir Ma’ruf Husain S.Pdi., MM. beserta beberapa dosen dan staf di bawahnya.
Isu berikutnya adalah SK yang diterbitkan oleh pimpinan yayasan DR. KH. Zulkifli Muhadli SH.,MM  tersebut dinilai tidak melalui mekanisme atau tidak sesuai dengan statuta universitas cordova tentang pergantian pimpinan yaitu PR I, II dan III yang pergantiannya dilakukan oleh Rektor.
Gelombang perlawanan yang dilakukan oleh mahasiswa terus berlanjut yang dipicu oleh dikeluarkannya kebijakan pimpinan yayasan untuk menon-aktifkan sementara kampus Universitas Cordova dalam waktu yang tidak ditentukan serta kebijakan bahwa mahasiswa yang masih ingin berkuliah di Universitas Cordova harus mengisi surat pernyataan dari yayasan bahwa mahasiswa tersebut akan melanjutkan perkuliahan di undova serta taat dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pimpinan Universitas Cordova.
Sebagai bukti dari perlawanan mahasiswa berikutnya adalah munculnya gerakan-gerakan baru yang mengatas namakan mahasiswa penyelamat Universitas Cordova yaitu AMPU” ( Aliansi Mahasiswa Penyelamat Undova) yang dimotori oleh mahasiswa semester atas yang memang tidak puas dengan manajemen universitas cordova dan menginginkan reformasi tersebut. Sehingga Aliansi ini mengeluarkan tuntutan yang dinamakan trituma ( tiga tuntutan mahasiswa) yaitu 1. Tolak SK No 40/PPI/2012 tentang struktur universitas cordova peroide 2012-2015 serta Tolak surat pernyataan yang disebarkan oleh PR II karena dinilai cacat hukum dan menciderai demokrasi, 2. Pisahkan undova dan ponpes Al- Ikhlas dalam segi manajemen dan pemgorganisasian untuk menghindari dualisme kepemimpinan, 3. Perjelas posisi BEM dan DPM dalam struktur senat UNDOVA.
Gerakan berikutnya adalah gerakan yang mengatas namakan mahasiswa yang dikendalikan oleh Badan Eksekutiv Mahasiswa (BEM). Ketua BEM Deni Murdani dalam pertemuan yang di gagasnya di masjid Ar- Rahman pada hari selasa (03/12)  menyatakan dengan tegas bentuk perlawanan mahasiswa dari kebijakan tersebut adalah “ Jangan Memgisi surat Pernyataan yang Diinginkan Oleh Yayasan Karena dinilai tidak mendasar.
Dipihak lain mahasiswa yang suaranya masih liar dan merasakan kebingungan atas persoalan yang terjadi, merasa sangat dirugikan dengan tindakan dan arogansi kebijakan yang melahirkan kekisruhan tersebut. Banyak kalangan yang menilai bahwa pimpinan yayasan terlalu sporadic dalam pengambilan keputusan yang tidak melihat secara konferhensip kondisi yang terjadi sehingga mahasiswa hari ini menjadi “korban” dari keganasan kaum elit yang ada di Universitas Cordova.
Sementara itu yang memicu kekhawatiran mahasiswa lainnya adalah terjadinya kesimpang siuran informasi, baik dari pesan singkat yang beredar maupun media massa yang berujung pada ketakutan yang berlebihan “ apakah mahasiswa undova akan masih berkuliah atau tidak pasca kekisruhan serta ketidak jelasan informasi ini. ???
Bukan hanya dampaknya pada mahasiswa kebijakan ini, orang tua mahasiswa yang sudah percaya dengan Universitas Cordova yang akan mengwisudakan anaknya saat ini pesimis dengan UNDOVA, bahkan banyak kalangan yang sudah melontarkan mossi tidak percaya terhadap pimpinan yayasan ini.
Menanggapi masalah yang dihadapi oleh mahasiswa tersebut, pimpinan yayasan yang  disampaikan melalui media massa, “akan tetap konsisten dengan kebijakannya dan tidak akan dirubahnya” bahkan pernyataan ini langsung di sampaikan oleh Bupati Sumbawa Barat yang notabene adalah pimpinan yayasan Pondok Pesantren AL- Ikhlas dalam Apel pagi   di depan Graha Fitrah di hadapan seluruh pegawai yang ada di lingkup pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat.
Lantas, pertanyaannya sekarang adalah, akan dibawa kemana mahasiswa ini??? Dengan kebijakannya pimpinan yayasan mungkin saja benar dengan alibi penyelamatan yayasan namun disisi lain telah melakukan “penjarahan” hak azasi mahasiswa di sana. Tentunya dari banyak kalangan sudah memberikan  penilaiannya dari analisa yang berbeda bahwa dampak dari kebijakan ini bukan saja berpengaruh pada mahasiswa yang hari ini sedang berkuliah di Universitas Cordova namun akan punya muty player efek dari kebijakan tersebut. Banyak kalangan menilai bahwa dengan kebijakan tersebut akan berpengaruh pada popularitas bupati itu sendiri, termasuk rival-rival politiknya akan menggunakan momen ini sebagai blounder bahwa Bupati sumbawa barat dalam kepemimpinannya tidak terlalu sukses dalam mengambil kebijakan.
Melalui tulisan ini, penulis berharap kepada semua pihak yang peduli kepada Universitas Cordova dalam penyelsaian masalah ini, untuk selalu mengedepankan intelektualitas serta cenderung pada kebenaran dalam brsikap. Bukan justru memamfaatkan momen ini sebagai isu untuk menjatuhkan. Yang perlu dijadikan pembahasan  dan pertimbangan besar adalah di dalam Universitas Cordova ini terdapat ribuan generasi Kabupaten Sumbawa Barat, yang note bene adalah kader umat dan kader bangsa yang harus dilindungi keberlangsungannya. Baik itu pimpinan yayasan, mahasiswa dan seluruh pihak yang masih menginginkan Universitas Cordova ini Berjaya.

Sabtu, 04 Februari 2012

MAHASISWA SEBAGAI KEKUATAN PEMBAHARUAN



 Berbicara mahasiswa sebagai kekuatan pembaharu maka ada tiga hal yang perlu diperhatikan. Tiga hal tersebut adalah mahasiswa, kekuatan, dan pembaharuan. Mahasiswa itu sendiri, ini adalah sebuah fase proses hidup manusia dimana mahasiswa sering diidentikan kepada fase pemuda. Pada fase ini, maka terdapat emosional yang besar yang tidak dimiliki manusia ketika fase anak-anak, remaja, dan tua. Dengan emosionalnya itu maka berfikir yang ideal tidak akan pernah lepas. Sehingga seiring dengan itu, pendapat yang mengatakan mahasiswa sebagai kaum idealis wajar-wajar saja dan sah. Namun tidak semua yang namanya mahasiswa mendapatkan proses itu kalau saja ia tidak berkecimpun dalam dunia aktivis. Dunia aktivis yang di maksudkan, bisa didapatkan ketika mahasiswa itu terjun langsung dalam agenda-agenda kemahasiswaan yang mencakup permasalahan sosial, ekonomi, dan politk di masyarakat. Mereka tidak bisa lepas dalam dunia ini. mahasiswa juga jangan sampai menjadi mahasiswa hanya berideologi “Triple K (Kost, Kantin, dan Kampus)” ataupun Triple K tambah berpacaran. Akan tetapi sebaiknya bagaimana mahasiswa mempunyai paham atau ismeThreeisme” yaitu studisme, aktivisme, dan romantisme. Studisme, bagaimana seorang mahasiswa harus menjadi seorang yang dapat memahami apa yang harus dia lakukan ketika dia mendapat ilmu dibangku sekolah. Dia dapat menyelesaikan pendidikan sebagai amanah dari orang tuanya dan dapat membuktikan bahwa dia terbaik mengenai studi ini. Sangat konyol kalau saja seorang yang mengaku aktivis bisa sampai drop out (DO), bagaimana mau menjadi pemimpin. Aktivisme,  bahwa dunia kampus adalah dunia yang tidak akan dapat terulang untuk kedua kalinya untuk itu manfaatkan sebaik-baiknya. Seorang mahasiswa kalau saja tidak menikmati menjadi seorang aktivis maka ia akan merugi. Mengapa demikian? Karena untuk memahami dunia masyarakat secara untuh maka bangku formal di kampus tidak akan ia dapatkan maka salah satu jawabannya adalah mahasiswa itu harus berani mencelupkan dirinya di dunia aktivis.Meskipun ada sebuah pengorbanan yang harus dilakukan dan itu adalah sebuah konsekuensi.
Banyak hal sebenarnya yang ingin di uraikan oleh penulis temtang mahasiswa adalah pioneer pembaharuan, namun tulisan singkat ini bukanlah hanya sebuah wacana saja namun tela’ah jauhnya adalah sebuah realitas yang pasti akan terjadi dalam sebuah proses kehidupan. Mahasiswa adalah satu-satunya kekuatan pembaharuan dalam membawa bangsa kita kedepan kearah yang lebih baik, pembuktian dari kaum intelektual marilah segera kita kuatkan dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat. Lepas segala persoalan yang akan menggagu pola fikir sehat kita, bersama memaknakan semboyan agent of change for Sumbawa barat and Indonesia.

FILE FOTO REKREASI GUNUNG BALAD

tri anggel

full style

sukma cengeng

mamanya macan klaperan

all style

huff-gaya bgt

mas ancest

bu bidan

triboys

cest

MEMBANGUN KEPEMIMPINAN HIDUP


Keberhasilan dan kesuksesan seseorang tidak pernah terlepas dari bagaimana orang tersebut menjalani segala proses sehingga apa yang diharapkan akan dapat diraih. Kesemuanya itu tidak terlepas dari ilmu ikhlas dan ikhtiar yang sungguh-sungguh. Dalam tulisan ini penulis akan mencoba menuangkan beberapa motifasi sehingga menjadi penyemangat dalam menjalani segala aspek kehidupan.Apakah kepemimpinan itu bakat yang dibawa sejak lahir atau diciptakan melalui proses pembelajaran? Perdebatan tersebut sebenarnya sudah berakhir dengan kesimpulan yang sudah sangat jelas bahwa seorang pemimpin harus diciptakan melalui proses pembelajaran, pelatihan, atau pendidikan. Dalam kehidupan, yang paling hampir bisa dipastikan, kita akan menjadi pemimpin keluarga.Setiap orang ditakdirkan menjadi pemimpin meskipun pada saat yang sama setiap orang membutuhkan pemimpin ketika ia harus berhadapan untuk menciptakan solusi hidup di mana kemampuan, keahlian, dan kekuatannya dibatasi oleh sekat yang ia ciptakan sendiri dalam posisinya sebagai bagian dari komunitas. Tidak saja negara yang diwarnai demontrasi brutal, tetapi institusi keluarga pun jika kepemimpinan tidak ditemukan, maka kesanggupannya hanya melahirkan bayi-bayi biologis tanpa warisan nilai.Menyangkut masalah persiapan maka pilihan sepenuhnya berada di bawah kontrol; apakah mempersiapkan diri sebagai pemimpin atau sama sekali tidak mempersiapkannya. Moment tersebut akan menjemput siapapun dan konsekuensinya tergantung dari pilihan yang anda ciptakan. Karena kepemimpinan hidup berupa achievement, bukan gift, maka yang perlu dipersiapkan adalah melakukan perbaikan kepemimpinan dari dalam diri. Tentang bagaimana proses alamiah yang harus dijalani, ikutilah beberapa langkah berikut:

1.Belajar Siap Dipimpin

Dalam hal kepemimpinan, dunia ini hanya memberikan dua pilihan antara dipimpin atau memimpin sesuai dengan kapabilitas, kualitas, dan kekuatan. Kekacauan akan segera terjadi ketika dipimpin tetapi melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan pemimpin atau sebaliknya.Untuk menjadi pemimpin, maka harus mengawalinya dengan kesiapan untuk mau dipimpin. Dalam organisasi, bawahan yang tidak siap dipimpin akan kehilangan kesempatan emas untuk mempelajari bagaimana kelak ia akan menjadi seorang pemimpin. Seluruh waktu dan energinya dihabiskan hanya untuk menciptakan reaksi-reaksi sesaat yang sia-sia. Di bidang politik seringkali terjadi kepemimpinan yang diraih dengan cara yang melupakan proses kesiapan dipimpin akan berakhir dengan cara yang sama dengan ketika ia mendapatkannya.

Sebelum memimpin orang lain, maka wujud dari kesiapan untuk dipimpin adalah begaimana memimpin diri (Personal Mastery). Wilayah yang harus dikuasai adalah self understanding (pemahaman diri) dan self management (pengelolaan diri) yang meliputi perangkat nilai hidup, tujuan hidup, misi hidup . Kedua kemampuan tersebut akan mengantarkan menuju pola kehidupan beradab dan efektif. Dengan kata lain, self understanding dan self management pada saat dipimpin akan menciptakan tradisi hidup sehat di mana fokus adalah tujuan akhir, bukan lagi egoisme posisi jangka pendek tetapi realisasi misi. Jika tujuan akhir anda adalah kemajuan dan kebahagian, maka tinggalkan tradisi “Ngerumpi” tentang begitu jelasnya kesalahan hidup yang dilakukan oleh pemimpin anda sehingga akan menjadikan anda kabur melihat sesuatu yang perlu anda lengkapi untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin. 

2. Belajar Mampu Memimpin

Ketika seseorang sudah menyadari kodrat diri, maka itu merupakan cerminan dari orang-orang yang mengetahui tugas dan fungsi sebagai mahluk tuhan yang sudah ditkdirkan posisi kesuksesannya masing-masing.Pemimpin adalah orang yang isi pikirannya berupa solusi bukan masalah yang ia rasakan. Maka syarat mutlak yang bersifat fundamental adalah memiliki paket keahlian dan paket kekuatan. Paket keahlian merujuk pada kualitas personal yang sifatnya internal mulai dari skill (keahlian), knowledge sedangkan paket kekuatan merujuk pada power yang bisa berbentuk kekayaan, networking, atau mungkin kekuatan fisik. Keahlian berguna untuk memimpin kelompok ahli sementara kekuatan berguna untuk memimpin khalayak umum. Kedua paket tersebut yang menjadikan pemimpin sebagai pemilik suatu urusan bukan lagi menjadi bagiannya, mulai dari urusan pribadi, khalayak, system, atau kiblat hidup orang banyak. Karena sebagai pemilik urusan, maka harga seorang pemimpin senilai dengan harga jumlah orang - orang
yang dipimpinnya. Satu Mahatma Gandhi atau satu Soekarno nilainya sama dengan jutaan manusia yang mengkuasakan urusan kehidupan kepadanya.satu hal yang sangat perlu diketahui di dunia ini tidak ditemukan calon pemimpin yang siap pakai. Tetapi bisa diselesaikan dengan cara belajar mengembangkan diri. Pemimpin yang berhenti mengembangkan keahlian dan kekuatannya maka akan muncul fenomena di mana tantangan kepemimpinan lebih besar dari kapasitasnya
sehingga akan cepat sampai pada titik di mana ia harus di-disqualified-kan untuk segera diganti. Mengapa? Karena semua keputusan yang dihasilkan dari kepemimpinannya ibarat bumbu ayam goreng yang hanya dipoleskan pada permukaan sehingga rasanya tidak menyeluruh atau meresap hingga ke dalam daging ayam tersebut. .
3. Materi Kepemimpinan
sebelum memimpin tentunya kita harus mempunyai landasan kokoh agar apa yang hendak kita lakukan nantinya bias menjadi sesuatu yang berharga baik itu bagi diri sendiri ataupun orang lain. Apbila kesiapan materi dalam kepemimpinan sudah selayaknya disalurkan karena sudah barang tentu materi yang didapat ataupun disamoaikan harus sesuai dengan kondisi yang ada.Institusi atau organisasi apapun yang dipimpin, termasuk kehidupan kita, membutuhkan materi yang bisa dipelajari untuk kemudian diajarkan kepada pihak yang kita pimpin. Karena semua orang sudah ditakdirkan menjadi pemimpin, maka secara pasti kita memiliki materi kepemimpinan hidup yang bisa diajarkan. 
Bagi orang tua, materi yang diajarkan kepada putra-putrinya itu punya daya akses langsung ke karakter melalui alam bawah sadar. Inilah sebenarnya makna yang harus dipahami ketika kita setuju bahwa keluarga punya peranan penting membentuk karakter anak. Oleh karena itu siapkan diri anda dengan materi dan file yang baik sehingga akan menghasilkan buah yang baik